SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Posted by Unknown | Posted in | Posted on 07.17

              PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
DALAM BIDANG AKUAKULTUR

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem informasi spasial berbasis komputer yang mempunyai fungsi pokok untuk menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan semua bentuk informasi spasial. SIG juga merupakan alat bantu manajemen informasi yang berkaitan erat dengan sistem pemetaan, analisis dan pengolahan data terhadap segala sesuatu informasi yang terjadi di muka bumi dan bereferensi keruangan (spasial). Data yang ada diolah dalam suatu basis data. Sistem informasi geografi bukan sekedar sistem komputer untuk pembuatan peta, melainkan juga merupakan alat analisis. Keuntungan alat analisis adalah memberi kemungkinan untuk mengidentifikasi hubungan spasial diantara feature data geografis dalam bentuk peta. SIG merupakan alat yang dapat digunakan untuk menunjang pengelolan sumberdaya yang berwawasan lingkungan. 

Penelitian yang dilakukan dalam jurnal yang berjudul “Aplikasi SIG Untuk Kesesuaian Kawasan Budidaya Teripang Holothuria scabra dengan Metode Penculture di Pulau Mantang, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan”, bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kawasan budidaya teripang menggunakan Aplikasi SIG yang disajikan atau keluaran dalam bentuk Peta Kesesuaian Kawasan Budidaya Teripang Pasir Holothuria scabra dengan metode Penculture di Kecamatan Mantang. Pemanfaatan SIG sangat berkontribusi bagi perkembangan budidaya. SIG dapat membantu untuk mengambarkan dan mengerti kondisi sumberdaya alam dan kegiatan manusia. Bersamaan dengan perkembangan, ketersediaan data dan informasi tersebut, kemampuan SIG untuk menyimpan, menganalisis dan menampilkan informasi yang tersedia.

Dalam perikanan budidaya, aplikasi teknologi ini dapat ditemukan mulai dari tahap perencanaan, pengelolaan dan pemantauan. Sistem Informasi Geografi (SIG) dapat melihat objek pada jarak tertentu, mendeteksi atau mengukur sifat-sifat karakteristik objek, tanpa mendatangi objek tersebut. SIG merupakan analisis secara spasial (keruangan) yang dapat memadukan beberapa data dan informasi tentang budidaya perikanan dalam bentuk lapisan (layer) yang dapat di tumpang lapiskan (overlay) pada data yang lain, menghasilkan suatu keluaran baru dalam bentuk peta tematik memiliki tingkat efisiensi dan akurasi yang cukup tinggi.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data lapangan terhadap kondisi perairan laut di Pulau Mantang, Kecamatan Mantang, Provinsi Kepulauan Riau, penyusunan basis data dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan arc view. Penentuan lokasi penelitian merupakan tempat yang secara langusng mempengaruhi kehidupan biota ini. Kriteria pemilihan kawasan yang sesuai bagi budidaya teripang yaitu, keterlindungan pantai, kondisi dasar perairan, parameter fisika dan kimia, dan faktor pembatas. Hasil penelitian di perairan laut Pulau Mantang diperoleh luasan kesesuaian kawasan budidaya teripang yaitu : kelas sesuai (S2) berdasarkan garis pantai panjangnya 15,98 km2 dan dari garis pantai ke arah laut luasnya 39.78 km2. Dari luas kelas sesuai untuk kawasan budidaya teripang diperoleh 39 unit wada budidaya penculture dengan luas 1000 m2. Sedangkan untuk 500 m2 unit didapatkan 78 unit wada budidaya penculture. Kelas tidak sesuai (N) berdasarkan garis pantai panjangnya 18,15 km2, dan dari garis pantai kearah laut luasnya 59.96 km2.

Comments (0)

Posting Komentar